2019 :: Home :: Buku tamu :: Webmail :: Sitemap :: The Team ::
Takalar Ta
Berita Daerah
DPRD Takalar
Studi Banding
Wirausaha
Ekonomi Syariah
Pustaka
Cuci Otak
Info Pasar
Opini
Demo
Beasiswa
Lowongan Kerja
Jaringan Web
Pengaduan
Takalar Angka
Takalar Peta

Contact Us
Redaksi
Kota Takalar

Email
redaksi@infotakalar.com

Telepon (Hunting)
Irsyadi 0812 4280001

Berita Daerah

X-Ray RS Takalar Raib
2019-09-21 15:55:56- Sumber: ujungpandangekspres.com - Di Baca 1867 Kali

Transparansi dalam pengelolaan proyek di lingkup dinas kesehatan kembali menebar aroma kurang sedap. Kali ini datang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Takalar. Proyek X-Ray atau alat Ronsen senilai Rp600 juta lebih dinilai bermasalah.




Sumber Upeks di RSUD Takalar yang beralamat di Jl Ince Husain Dg Parani, Kabupaten Takalar itu menyebutkan proyek tersebut mestinya sudah rampung akhir tahun anggaran 2006. Namun hingga Maret 2007 ini, material proyek malah hilang tanpa bekas dari tempatnya. "Beberapa waktu lalu sempat terpasang, entah kenapa dicabut lagi pak," ujar sumber Upeks yang menolak namanya dimediakan.



"PT Bersaudara kontraktor yang bertugas mengadakan alat X-Ray pernah mengeluh tak dibayar," kata sumber tadi. Sayangnya pihak PT Bersaudara tak berhasil ditemui Upeks untuk mengkonfirmasi ketidak sempurnaan hasil kerjanya di RS Takalar, yang diperkirakan menyebabkan negara dirugikan ratusan juta rupiah.



Untuk memperjelas kondisi akhir seperti yang digambarkan sumber Upeks tadi, Jumat (16/3) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dr Muhadi, yang ditengarai sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPU) berhasil dihubungi Upeks via telepon genggamnya. "Tak benar kalau disebutkan alat itu tak ada. Kontraktor sudah pernah memasang alat tersebut," ujarnya dengan nada tinggi



Ketika ditanyakan mengapa jika sudah terpasang, masih ada saksi mata yang mengatakan alat tersebut dicabut lagi, dengan sigap dijawab Muhadi. "Barangkali ada kerusakan sehingga harus dicabut lagi," ujarnya sembari mengarahkan agar Upeks menghubungi dr Ikhsan, selaku pimpro pengadaan X-Ray yang dimaksud.



Sayangnya dr Ikhsan yang berusaha dihubungi melalui ponselnya tak bersedia mengangkat dering teleponnya sebanyak Enam kali, saat dihubungi Upeks. Kuat dugaan dr Ikhsan menghindar dari kejaran Upeks, karena sejam sebelumnya kepala dinas kesehatan sudah menyatakan keengganannya mengomentari masalah proyek itu.
Kepala Kantor Rumah Sakit Umum Daerah
RSUD Takalar, dr Hj Idayati Sanusi MM, yang berusaha dikonfirmasi soal ketidaksempurnaan material proyek di unit kerjanya tak bersedia berkomentar.



Menanggapi ketertutupan pihak yang dinilai bertanggungjawab atas hilangnya X-Ray tersebut, sumber Upeks di RSU Takalar menyatakan rasa pesimisnya program yang tengah digalakkan Gubernur Sulsel HM Amin Syam, dalam peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di pedesaan akan mengalami kegagalan akibat ulah oknum-oknum yang tak bertanggungjawab.



"Saya akan mengupayakan laporan tertulis melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Takalar, agar kasus ini bisa segera diusut tuntas," kata sumber Upeks sembari menambahkan setahun terakhir ini, sejumlah pasien yang mengalami kondisi gawat, dan dilarikan ke RS Regional Wahidin di Makassar akhirnya menghembuskan nafas terakhir, karena lambat memperoleh penanganan.
Member Log: irsyadi




More Berita
Temu Alumni SMAN 3 TAKALAR
2019-09-17 02:23:55
Tenaga Sukarela Tunggu Dua Tahun untuk jadi Honorer
2019-09-17 02:23:53
Pejabat Eselon II Takalar Direshuffle
2019-09-20 00:59:59
Bupati Takalar Dilantik 21 Desember 2007
2019-09-23 07:44:33
Ketua DPC PPP Takalar Ditahan
2019-09-18 17:33:00
Ratusan Massa Hadiri Sidang Kasus Pilkada Takalar
2019-09-19 15:48:25
Panwas Sulsel Bahas Segel Rekap Suara Takalar
2019-09-21 15:11:59
Anggota KPU Takalar ke Jakarta
2019-09-14 22:49:04
Puluhan Pejabat Takalar ke Purworejo
2019-09-21 00:05:29
Tiga Cabup Tolak Hasil Pilkada Takalar
2019-09-19 00:48:26

Untitled Document
    Copyright © 2007 by Team Info Takalar dan Yayasan Al-Muttahid. All Right Reserved
  Design and Develop by Irsyadi Siradjuddin
  Hosting MWN