2019 :: Home :: Buku tamu :: Webmail :: Sitemap :: The Team ::
Takalar Ta
Berita Daerah
DPRD Takalar
Studi Banding
Wirausaha
Ekonomi Syariah
Pustaka
Cuci Otak
Info Pasar
Opini
Demo
Beasiswa
Lowongan Kerja
Jaringan Web
Pengaduan
Takalar Angka
Takalar Peta

Contact Us
Redaksi
Kota Takalar

Email
redaksi@infotakalar.com

Telepon (Hunting)
Irsyadi 0812 4280001

Wirausaha

Industri Tembikar Takalar Bertahan di Tengah Krisis
2019-08-11 15:01:34- Sumber: www.kompas.com - Di Baca 1781 Kali

Industri tembikar rakyat di Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, tetap bertahan di tengah gejolak ekonomi pascakenaikan harga bahan bakar minyak. Malah, sejak menjelang Ramadhan, para perajin berusaha meningkatkan produksinya karena permintaan meningkat.



Manajer Pusat Keramik Himpunan Perajin Gerabah Sitallasi (Hipergasi) Sahid Daeng Rewa saat ditemui di studionya di Pallantikang, Pattallassang, Takalar, Sabtu (22/10) lalu memaparkan, usaha rakyat tersebut saat ini masih bertahan meski gejolak ekonomi terjadi menyusul kenaikan harga BBM dan barang-barang kebutuhan pokok.



”Usaha ini sedikit terpengaruh akibat kenaikan harga BBM. Apalagi bahan baku yang digunakan naiknya tidak terlalu tinggi,” tutur Sahid. ”Kami kan pakai kayu untuk membakar gerabah, jadi tidak repot seperti menggunakan BBM sebagai alat bakar,” timpal Daeng Maro, perajin lainnya.



Maro mengakui, selain mencari sendiri, pihaknya juga membeli kayu bakar bekas mebel. Memang ada kenaikan harga sejak kenaikan harga BBM. Kalau dulu satu meter kubik kayu bakar seharga Rp 40.000-Rp 50.000, sekarang harganya bisa mencapai Rp 100.000.



Biaya pengangkutan juga naik. Sebelum kenaikan harga BBM, biaya angkut satu mobil ke Makassar sekitar Rp 60.000. ”Sekarang kami masih bicarakan berapa kenaikannya,” ujar Sahid.



Usaha rakyat itu tetap bertahan karena permintaan terus mengalir. Saat ini para perajin membuat kreasi atas produksinya. Tahun lalu mereka lebih banyak berkutat pada produksi tembikar orisinal, tetapi sekarang semakin banyak ditingkatkan dengan berbagai motif dan warna. Itu terjadi setelah mereka ikut pelatihan di Kasongan, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.



Kasongan



Pusat Keramik Hipergasi, misalnya, lebih banyak memproduksi tembikar kecil-kecil, seperti beragam hiasan meja atau pot bunga. Dalam sehari studio itu memproduksi 100-200 buah.



”Jenis semacam itu dipesan banyak konsumen, termasuk oleh hotel-hotel di Makassar. Sejak menjelang Ramadhan, permintaan malah meningkat. Dalam sepekan ada permintaan barang sekitar 500 buah,” ungkap Sahid.



Peningkatan pesanan itu juga diakui Daeng Maro. Perajin yang lebih banyak memproduksi barang tembikar berupa meja dan kursi itu menyebutkan, pesanan terus mengalir dari beberapa daerah seperti Kalimantan, Kendari, Ambon, dan Papua. (ssd)
Member Log: irsyadi




More Berita
Temu Alumni SMAN 3 TAKALAR
2019-08-15 03:40:39
Tenaga Sukarela Tunggu Dua Tahun untuk jadi Honorer
2019-08-18 01:26:19
Pejabat Eselon II Takalar Direshuffle
2019-08-16 01:06:09
Bupati Takalar Dilantik 21 Desember 2007
2019-08-14 01:39:50
Ketua DPC PPP Takalar Ditahan
2019-08-19 05:46:58
Ratusan Massa Hadiri Sidang Kasus Pilkada Takalar
2019-08-19 05:45:39
Panwas Sulsel Bahas Segel Rekap Suara Takalar
2019-08-19 05:44:58
Anggota KPU Takalar ke Jakarta
2019-08-19 05:44:14
Puluhan Pejabat Takalar ke Purworejo
2019-08-19 05:53:06
Tiga Cabup Tolak Hasil Pilkada Takalar
2019-08-19 05:46:02

Untitled Document
    Copyright © 2007 by Team Info Takalar dan Yayasan Al-Muttahid. All Right Reserved
  Design and Develop by Irsyadi Siradjuddin
  Hosting MWN