2019 :: Home :: Buku tamu :: Webmail :: Sitemap :: The Team ::
Takalar Ta
Berita Daerah
DPRD Takalar
Studi Banding
Wirausaha
Ekonomi Syariah
Pustaka
Cuci Otak
Info Pasar
Opini
Demo
Beasiswa
Lowongan Kerja
Jaringan Web
Pengaduan
Takalar Angka
Takalar Peta

Contact Us
Redaksi
Kota Takalar

Email
redaksi@infotakalar.com

Telepon (Hunting)
Irsyadi 0812 4280001

Cuci Otak

1 Ramadan Jatuh Pada 13 September
2019-10-19 08:24:21- Sumber: www.karebosi.com - Di Baca 1534 Kali

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof Dr Abd Rahim Yunus, mengungkapkan, dua ormas keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sepakat menetapkan 1 Ramadan 1428 Hijriyah jatuh pada 13 September mendatang.



"Saya dapat informasi, NU dan Muhammadiyah sepakat menggenapkan (istikmal) bulan Sya'ban 30 hari," kata Rahim Yunus kepada Tribun di Makassar, Senin (13/8).
Anggota Badan Hisab dan Rukyat Sulsel, Abbas Fadil, juga memastikan 1 Ramadan jatuh pada 13 September.



Hal ini juga berlaku sama di seluruh daerah Indonesia.
Badan Hisab dan Rukyat adalah lembaga yang ditunjuk melakukan hisab dan ru'yat untuk untuk menentukan awal Ramadan dan 1 Syawal.



"Tanggal 11 September juga akan dilaksanakan ru'yat yang diikuti perwakilan organisasi keagamaan yang ada di Sulsel," kata Abbas yang juga dosen Universitas Alauddin Makassar (UIN)



Nahdlatul Ulama



Dikonfirmasi terpisah, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama belum menetapkan secara resmi jadwal hari pertama Ramadhan.
Ketua PWNU Sulsel, KH Zein Irwanto, menyatakan pihaknya menunggu pemberitahuan dari PBNU.



"PWNU tetap melakukan ru'yah (melihat bulan dengan mata telanjang) untuk menetapkan 1 Ramadhan. Tapi keputusan dari PBNU tetap menjadi acuan. Tanggal 13 September belum menjadi keputusan resmi sambil menunggu ru'yah," kata Zein.



Sebelumnya, PW NU Jawa Timur,. sudah memutuskan menetapkan 1 ramadan tahun 1428 Hijriyah jatuh pada tanggal 13 September, Kamis mendatang.



Muhammadiyah



Ketua PW Muhammadiyah Sulsel, KH Baharuddin Pagim, mengatakan, meski sampai saat ini PWM Sulsel belum mendapatkan konfirmasi lebih detail dari pimpinan pusat di Jakarta mengenai perkembangan terbaru waktu awal Ramadan.



Namun pada pertemuan sebelumnya di Jakarta disepakati awal Ramadan jatuh pada tanggal 13 September."Kita akan merujuk pada hasil keputusan PP dan Muhammadiyah," katanya tadi malam.



Kesepakatan itu didasari atas wujudnya hilal (bulan) di sebagian wilayah barat Indonesia. Namun di sebagian wilayah timur Indonesia, hilal yang dimaksud belum terlihat sama sekali.



"Nah sekarang, tinggal disepekati apakah PP Muhammadiyah Jakarta menyepakati hal tersebut kita tunggu saja perkembangannya. Untuk sementara, Muhammadiyah masih menyepakati tanggal awal Ramadan pada 13 September atau bersamaan dengan pemerintah. Tinggal nanti akhirnya saja yang nanti mungkin berbeda," katanya.



PB DDI



Pengurus Besar Darud Dakwah Wal Irsyad (DDI) memiliki prinsip mirip NU dalam menetapkan hari pertama Ramadan.



"DDI selalu berpatokan pada kaedah al maslahatul mursilah, kemaslahatan umum. Artinya, jika pemerintah sudah menetapkan tanggalnya, maka kita sebaiknya mengikut demi kemaslahatan umum," jelas Wakil Sekretaris Jenderal PB DDI, Azhar Arsyad.



Menurutnya, pemerintah menetapkan hari pertama Ramadan berdasarkan hisab, perhitungan. Munculnya perbedaan, karena ada yang menetapkan hari pertama Ramadan bersadarkan rukyat.



"Kalau kita serahkan saja pada pemerintah karena keputusan pemerintah juga sudah menjadi hukum," katanya.



Wahdah



Wahdah Islamiyah belum berani berspekulasi tentang 1 Ramadan. Lembaga ini memilih menunggu hingga akhir Sya`ban untuk kemudian melakukan rukyat sebelum menetapkan hari pertama puasa.



"Jadi sekarang kita belum bisa katakan, kapan. Nanti setelah Sya`ban berakhir, kita lakukan rukyat untuk menetapkan hari pertama puasa," jelas Sekretaris Jenderal Wahdah Islamiyah, A Qasim Saguni.



Meski demikian, Wahdah tetap menghormati keputusan pemerintah yang menetapkan tanggal 13 September sebagai hari pertama Ramadan. "Itu juga tetap kita jadikan acuan, tapi metode rukyat tetap kami utamakan," katanya.



Imsakiyah



Humas Kantor Wilayah Departemen Agama (Depag) Sulsel Tonang Cawidu yang dikonfirmasi terpisah, kemarin, menyebutkan, penentuan awal Ramadan masih seperti tahun-tahun sebelumnya.



"Di Sulsel memang kita akan lakukan rukyat dengan melibatkan ormas dan lembaga-lembaga hisab dan rukyat, tapi hasil akhirnya tetap menunggu keputusan depag di Jakarta," katanya.



Dia juga menyebutkan, sejauh ini kanwil depag masih akan terus melakukan koordinasi dengan lembaga hisab dan rukyat, ormas Islam, dan perguruan tinggi untuk melakukan pertemuan.



Depag juga, tambahnya, juga sudah berkoordiasi dengan lembaga penelitian dan pengembangan (litbag) Depag Sulsel.
Sedangkan, untuk pembuatan imsakiyah, atau jadwal salat lima waktu, plus jadwal buka puasa dan imsak, akan dibuat setelah ada penentuan 1 Ramadan.



"Kalau merujuk tahun-tahun sebelumnya, kira kira sepekan sebelum ramadan, atau awal September itu sudah kita lansir," katanya menanggapi sudah adanya permintaan jadwal imsakiyah dari perusahaan swasta dan lembaga-lembaga khusus.



Incoming Search Terms: jadwal puasa 2007 (16), jadwal imsakiyah 1428 (9), jadwal ramadhan 2007 (4), jadwal imsyak 2007 (3), jadwal imsakiyah (3),
Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof Dr Abd Rahim Yunus, mengungkapkan, dua ormas keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sepakat menetapkan 1 Ramadan 1428 Hijriyah jatuh pada 13 September mendatang.



"Saya dapat informasi, NU dan Muhammadiyah sepakat menggenapkan (istikmal) bulan Sya'ban 30 hari," kata Rahim Yunus kepada Tribun di Makassar, Senin (13/8).
Anggota Badan Hisab dan Rukyat Sulsel, Abbas Fadil, juga memastikan 1 Ramadan jatuh pada 13 September.



Hal ini juga berlaku sama di seluruh daerah Indonesia.
Badan Hisab dan Rukyat adalah lembaga yang ditunjuk melakukan hisab dan ru'yat untuk untuk menentukan awal Ramadan dan 1 Syawal.



"Tanggal 11 September juga akan dilaksanakan ru'yat yang diikuti perwakilan organisasi keagamaan yang ada di Sulsel," kata Abbas yang juga dosen Universitas Alauddin Makassar (UIN).
Member Log: irsyadi




More Berita
Temu Alumni SMAN 3 TAKALAR
2019-10-21 23:20:25
Tenaga Sukarela Tunggu Dua Tahun untuk jadi Honorer
2019-10-21 17:08:38
Pejabat Eselon II Takalar Direshuffle
2019-10-20 12:21:56
Bupati Takalar Dilantik 21 Desember 2007
2019-10-22 21:53:52
Ketua DPC PPP Takalar Ditahan
2019-10-23 18:15:04
Ratusan Massa Hadiri Sidang Kasus Pilkada Takalar
2019-10-23 18:10:00
Panwas Sulsel Bahas Segel Rekap Suara Takalar
2019-10-23 18:09:05
Anggota KPU Takalar ke Jakarta
2019-10-23 18:08:07
Puluhan Pejabat Takalar ke Purworejo
2019-10-23 18:23:50
Tiga Cabup Tolak Hasil Pilkada Takalar
2019-10-23 18:10:26

Untitled Document
    Copyright © 2007 by Team Info Takalar dan Yayasan Al-Muttahid. All Right Reserved
  Design and Develop by Irsyadi Siradjuddin
  Hosting MWN