2019 :: Home :: Buku tamu :: Webmail :: Sitemap :: The Team ::
Takalar Ta
Berita Daerah
DPRD Takalar
Studi Banding
Wirausaha
Ekonomi Syariah
Pustaka
Cuci Otak
Info Pasar
Opini
Demo
Beasiswa
Lowongan Kerja
Jaringan Web
Pengaduan
Takalar Angka
Takalar Peta

Contact Us
Redaksi
Kota Takalar

Email
redaksi@infotakalar.com

Telepon (Hunting)
Irsyadi 0812 4280001

Studi Banding

Konsepsi Pengembangan Permukiman di Makassar
2019-08-14 21:08:29- Sumber: Makalah Irsyadi - Di Baca 2395 Kali

Kota merupakan tempat hunian utama manusia, sehingga diperlukan satu konsep pengembangan permukiman yang tentunya tidak terlepas pada satu sistem lingkungan terhadap permukiman itu sendiri, ini dimaksudkan untuk membantu terciptanya tata ruang kota yang hirarkis. Unit lingkungan permukiman skala terkecil diambil yang berpenduduk minimal 2.500 jiwa.


Untuk kegiatan lingkungan terkecil tersebut akan disebut sebagai unit lingkungan I. Pada tingkatan yang lebih tinggi diperlukan satu unit lingkungan yang merupakan gabungan dari beberapa unit lingkungan I. Unit lingkungan ini disebut unit lingkungan II, yang berpenduduk minimal 30.000 jiwa.


Perimbangan dalam menentukan unit lingkungan ini adalah:



  • Jumlah tersebut merupakan jumlah penduduk untuk unit pemerintahan kelurahan.

  • Pada jumlah penduduk sebanyak itu, maka diperlukan beberapa jenis fasilitas baik itu kesehatan, perdagangan, jasa, peribadatan sehingga pada tingkatan yang lebih besar lagi perlu peningkatan pelayanan seperti pasar, mesjid, puskesmas, dan fasilitas lainnya. Adapun lokasi daripada fasilitas tersebut sebagai orientasi unit lingkungan yang bersangkutan.


Pembagian unit lingkungan tersebut, tidak terlepas dari keterkaitan antara unit lingkungan dengan sistem transportasi. Dalam struktur tata ruang yang hirarkis, maka sistem transportasi juga membutuhkan pengaturan hirarki jalan yang jelas.


Untuk pelayanan lalu lintas utama yang menghubungkan fungsi utama dengan kawasan lain adalah jalan arteri. Untuk jalan dengan fungsi mengumpulkan arus lalu lintas dari jalan-jalan kawasan tertentu adalah jalan kolektor, sedangkan jalan yang menghubungkan antar unit-unit lingkungan terkecil di dalam satu kawasan tersebut adalah jalan lokal.


Kebutuhan Perumahan



Salah satu strategi pengembangan kota adalah melalui pendekatan penyediaan fasilitas dan utilitas utama kota. Fasilitas dan utilitas yang dimaksud menyangkut segi sosial, ekonomi dan budaya, penyediaannya sesuai dengan kebutuhan serta fungsi yang direncanakan.


Dalam skala kecil pendekatan strategi tersebut dapat diterapkan untuk merangsang perkembangan kawasan tertentu dalam kota, selain peningkatan pelayanan bagi penduduk kota. Penentuan lokasi fasilitas dan utilitas tersebut, tergantung pada konsentrasi dan pola penyebaran penduduk karena adanya hubungan timbal balik diantara keduanya.


Berdasarkan hasil analisis (Buku Kompilasi dan Analisis RUTRW Kota Makassar, 2001), bahwa pada tahun 2010/2011 Kota Makassar akan menampung sebanyak 1.473.725 jiwa. Apabila dibandingkan dengan standar kebutuhan perumahan, maka dapat diproyeksikan jumlah unit rumah yang harus disiapkan, kalau ditotalkan dengan kebutuhan eksisting berarti pada tahun 2010/2011 akan terjadi penambahan kebutuhan sekitar 72.207 unit rumah yang harus dibangun. Jadi pada akhir tahun perencanaan 2010/2011 di Kota Makassar terdapat 294.745 unit rumah, yang terbagi menjadi 3 (tiga) tipe kapling.


Arahan penempatan lokasi permukiman disesuaikan dengan penentuan fungsi kawasan pada bagian wilayah Kota Makassar dan rencana penggunaan lahan atau Rencana Struktur Tata Ruang Kota.


Kebutuhan Fasilitas Pelayanan Kota



Berdasarkan hasil analisis (Buku Kompilasi dan Analisis RUTRW Kota Makassar, 2001) menunjukkan bahwa beberapa fasilitas pelayanan kota seperti: fasilitas pendidikan, peribadatan, perkantoran, perkantoran pemerintah dan kesehatan sudah memadai dan hanya memerlukan peningkatan kualitas bangunan serta kualitas pelayanan.


Dalam hal ini terkecuali untuk fasilitas rumah bersalin dan BKIA masih perlu dibangun, terutama di pusat-pusat kawasan permukiman. Sedangkan untuk mengantisipasi kebutuhan fasilitas pendidikan dasar dan menengah tidak perlu penambahan unit sekolah, tetapi hanya melalui penambahan lantai bangunan.


Untuk fasilitas Pendidikan Tinggi sebaiknya disinergikan dengan kawasan Minasamaupa, yaitu membatasi pembangunan fasilitas Pendidikan Tinggi dalam Kota Makassar dan mengarah ke Kota Maros, Gowa, dan Takalar. Hal ini juga bertujuan untuk percepatan pemerataan pembangunan di kawasan hinterland Kota Makassar, sekaligus sebagai penyaring arus Migrasi.


Kebutuhan fasilitas pelayanan kota lainnya seperti fasilitas pelayanan: Jasa Perbankan, Jasa Industri, Jasa Koperasi, Jasa Asuransi dan lainnya cukup memadai dan hanya dibutuhkan peningkatan kualitas pelayanan.


Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa Kota Makassar di dalam melayani penduduknya sampai tahun 2010/2011, masih memerlukan beberapa fasilitas perdagangan, terutama pasar umum, pusat perkotaan, dan pusat niaga.


Evaluasi Dokumen Menurut Penulis



Evaluasi konsep pengembangan permukiman Kota Makassar idealnya pada konsep tersebut memang bagus. Kendala utama yang sering dihadapi adalah pengendalian jumlah penduduk yang sulit, apalagi jika ditentukan bahwa suatu RW ditentukan penduduknya sejumlah 2.500 jiwa dan tingkat kelurahan 30.000 jiwa. Pengendalian penduduk akibat kelahiran dan migrasi sulit dikendalikan.


Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan peningkatan kebutuhan perumahan dan fasilitasnya. Pemenuhan kebutuhan perumahan dan fasilitas tersebut tidak bisa terlepas dan peningkatan penggunaan lahan. Pada akhirnya terjadi pergeseran fungsi kawasan dari kawasan budidaya atau kawasan lindung menjadi kawasan permukiman. Arahan kebutuhan permukiman ini sulit dikendalikan oleh Pemerintah setempat karena dalam hal ini terdapat dua persoalan yaitu pemenuhan kebutuhan permukiman penduduk yang semakin meningkat atau efek dari pergeseran fungsi kawasan.


Salah satu efek dari tidak terpenuhinya kebutuhan perumahan adalah kerentanan penurunan kesehatan masyarakat tersebut dan mudah terjadi konflik sosial. Sedangkan salah satu efek pergeseran fungsi kawasan adalah kebanjiran dan kebakaran.

Member Log: irsyadi




More Berita
Temu Alumni SMAN 3 TAKALAR
2019-08-15 03:40:39
Tenaga Sukarela Tunggu Dua Tahun untuk jadi Honorer
2019-08-18 01:26:19
Pejabat Eselon II Takalar Direshuffle
2019-08-16 01:06:09
Bupati Takalar Dilantik 21 Desember 2007
2019-08-14 01:39:50
Ketua DPC PPP Takalar Ditahan
2019-08-19 05:46:58
Ratusan Massa Hadiri Sidang Kasus Pilkada Takalar
2019-08-19 05:45:39
Panwas Sulsel Bahas Segel Rekap Suara Takalar
2019-08-19 05:44:58
Anggota KPU Takalar ke Jakarta
2019-08-19 05:44:14
Puluhan Pejabat Takalar ke Purworejo
2019-08-19 05:53:06
Tiga Cabup Tolak Hasil Pilkada Takalar
2019-08-19 05:46:02

Untitled Document
    Copyright © 2007 by Team Info Takalar dan Yayasan Al-Muttahid. All Right Reserved
  Design and Develop by Irsyadi Siradjuddin
  Hosting MWN