2019 :: Home :: Buku tamu :: Webmail :: Sitemap :: The Team ::
Takalar Ta
Berita Daerah
DPRD Takalar
Studi Banding
Wirausaha
Ekonomi Syariah
Pustaka
Cuci Otak
Info Pasar
Opini
Demo
Beasiswa
Lowongan Kerja
Jaringan Web
Pengaduan
Takalar Angka
Takalar Peta

Contact Us
Redaksi
Kota Takalar

Email
redaksi@infotakalar.com

Telepon (Hunting)
Irsyadi 0812 4280001

Takalar Ta

Strategi Penyediaan Infrastruktur Transportasi di Takalar
2019-10-21 22:15:54- Sumber: Makalah Irsyadi - Di Baca 2412 Kali

Kabupaten Takalar dalam rangka penyediaan infrastruktur transportasi akan sangat membutuhkan biaya yang besar, sementara kemampuan keuangan pemerintah sangat terbatas. Kemitraan pemerintah dan swasta menjadi tema sentral dalam upaya untuk memecahkan persoalan penyediaan infrastruktur transportasit tersebut.



Untuk mencari pendekatan solusi kerjasama pemerintah dan swasta tersebut, terlebih dahulu dilakukan pemetaan permasalahan penyediaan infrastruktur transportasi. Pemetaan ini merupakan gambaran isu yang diidentifikasi, tujuan yang ingin dicapai, serta pendekatan solusi sehingga sebuah implementasi bisa dilakukan.



Implementasi solusi tersebut dilakukan melalui pemberdayaan tugas dan fungsi dari lembaga teknis dan dinas teknis terkait, seperti penyampaian informasi dan publikasi tentang program-program pembangunan daerah, utamanya pada paket-paket investasi yang akan ditawarkan kepada pihak swasta. Tugas tersebut harus dilakukan oleh pemda Takalar seperti:





    • Bappeda Takalar, sebagai koordinator dan penyusun program pembangunan di daerah, melalui bidang kerjasama pembangunan bersama Dinas Pendapatan Daerah harus secara aktif melakukan promosi terhadap paket-paket investasi. Promosi ini dilakukan baik melalui media elektronik seperti Radio Lipang Bajeng maupun teknologi informasi lainnya seperti e-government (situs www.takalar.go.id).

    • Dinas-dinas terkait, bertindak sebagai penanggungjawab dalam pelaksanaan kemitraan sesuai dengan uraian tugas yang didukung oleh perangkat peraturan hukum.





Pengembangan kemitraan pemerintah dan swasta tidak lain karena ingin memenuhi kebutuhan masyarakat, artinya tidak hanya dilihat dari segi ekonomi yang efisien tetapi juga memiliki dimensi sosial yaitu:




    • Mempercepat investasi yang akan tertunda jika dibiayai oleh sektor publik,

    • Mengalihkan sumberdaya pemerintah untuk infrastruktur sosial yang tidak dapat dibiayai oleh sektor swasta seperti kesehatan masyarakat dan pendidikan.





Pihak swasta juga harus mempunyai tanggung jawab sosial bukan hanya mencari untung dalam setiap investasinya. Tanggung jawab sosial tersebut adalah membuka kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.



Sebagai salah satu peluang pendapatan mitra swasta dan Pemda Takalar adalah kerjasama pembangunan dan pengelolaan terminal. Pendapatan mitra swasta dapat diperoleh dari pemanfaatan dan sewa ruang usaha seperti restoran, kantin, loket bis, perkantoran, wartel, toko, peron, sewa tempat iklan, parkir, dsb. Sedangkan pendapatan Pemda Takalar bersumber dari retribusi dan pajak.



Pengawasan dan evaluasi terhadap standar pelayanan dan pendapatan harus terus menerus dilakukan oleh badan pengawas. Evaluasi pendapatan tahunan harus dilaksanakan setiap tahun untuk memperkecil kebocoran dan inefisiensi dalam operasional terminal penumpang tersebut. Hal ini dikukuhkan oleh Bastari dan Parikesit (2002) bahwa evaluasi bertujuan untuk melakukan koreksi terhadap kesalahan yang ada sehingga memperkecil resiko yang muncul. Sedangkan resiko yang dapat diasuransikan, maka dimasukkan dalam insurance coverage.



Dampak Pembangunan Jalan Perdesaan



Kabupaten Takalar mempunyai panjang jalan beraspal 344,70 km, dengan panjang jalan propinsi 22,50 km dan kondisi jalan yang baik sepanjang 522,31 km. Kondisi jalan dan panjang jalan sangat mendukung pembangunan perdesaan. Tabel 1 menunjukkan data prasarana jalan di Kabupaten Takalar .



Tabel 1. Prasarana jalan di Kabupaten Takalar





















































Uraian

Tahun 1996

(km)

Tahun 2000

(km)

Panjang jalan propinsi

22,50

22,50

Kondisi Jalan

1. Baik

287,32

522,31

2. Sedang

197,20

139,58

3. Rusak

178,63

55,61

Jenis Permukaan

1. Aspal

290,90

344,70

2. Kerikil

204,30

191,88

3. Tanah

177,85

180,92


Sumber : Data BPS Takalar 2000





Menurut data BPS (2000) di Kabupaten Takalar telah terjadi peningkatan panjang jalan beraspal sebesar 53,80 km, demikian pula dengan kondisi jalan yang baik meningkat sebesar 234,99 km. Hal ini menunjukkan Pemda dan masyarakat Takalar telah memperbaiki dan meningkatkan jumlah dan panjang jalan yang ada. Abidin (2001) menyatakan bahwa kebijakan pembangunan infrastruktur tersebut diarahkan untuk mendukung perekonomian masyarakat Takalar.



Berdasarkan data BPS (2000) Kabupaten Takalar mempunyai luas panen komoditi pertanian untuk komoditi padi dan jagung pada Tahun 1997 adalah 20.628 ha dan 4.806 ha kemudian meningkat pada Tahun 2000 menjadi 23.857 ha dan 5.877 ha. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan luas panen. Demikian pula dengan hasil produksi pertanian untuk komoditi padi dan jagung pada Tahun 1997 adalah 116.388,07 ton dan 24.376,44 ton kemudian meningkat pada Tahun 2000 menjadi 123.963,97 ton dan 29.079,39 ton.



Sudarsono dan Marsono (2002) menyatakan bahwa yang termasuk biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan untuk upah tenaga tanam, pembelian bibit dan sistem pengairan selama penanaman setiap luas tertentu yang terkoreksi. Berdasarkan data Dinas Pertanian Takalar (2000) biaya produksi untuk komoditi padi dan jagung pada Tahun 1997 adalah 218 Rp/kg dan 39 Rp/kg dan pada Tahun 1999 menjadi 107 Rp/kg dan 10 Rp/kg untuk wilayah terpencil yang telah mendapatkan prasarana jalan. Hal ini menunjukkan telah terjadi penurunan biaya produksi pertanian.



Sudarsono dan Marsono (2002) juga menambahkan bahwa biaya angkutan adalah biaya yang dibayarkan, berat barang, dan jarak angkut. Berdasarkan data Dinas Pertanian (2000), terjadi penurunan biaya angkutan setelah adanya jalur jalan di suatu desa atau pemukiman dibandingkan dengan sebelum adanya jalur jalan.



Kondisi tersebut di atas menunjukkan bahwa peningkatan kualitas dan kuantitas prasarana jalan mempunyai pengaruh peningkatan terhadap komoditas pertanian di wilayah perdesaan terutama luas panen dan tingkat produksi. Kondisi ini juga berpengaruh pada penurunan biaya produksi dan biaya angkutan komoditi pertanian di perdesaan. Walaupun demikian, menurut Johara (1986) produksi komoditi pertanian sangat dipengaruhi oleh faktor iklim dan keberhasilan teknologi pertanian.
Member Log: irsyadi




More Berita
Temu Alumni SMAN 3 TAKALAR
2019-10-21 23:20:25
Tenaga Sukarela Tunggu Dua Tahun untuk jadi Honorer
2019-10-21 17:08:38
Pejabat Eselon II Takalar Direshuffle
2019-10-20 12:21:56
Bupati Takalar Dilantik 21 Desember 2007
2019-10-22 21:53:52
Ketua DPC PPP Takalar Ditahan
2019-10-23 18:15:04
Ratusan Massa Hadiri Sidang Kasus Pilkada Takalar
2019-10-23 18:10:00
Panwas Sulsel Bahas Segel Rekap Suara Takalar
2019-10-23 18:09:05
Anggota KPU Takalar ke Jakarta
2019-10-23 18:08:07
Puluhan Pejabat Takalar ke Purworejo
2019-10-23 18:23:50
Tiga Cabup Tolak Hasil Pilkada Takalar
2019-10-23 18:10:26

Untitled Document
    Copyright © 2007 by Team Info Takalar dan Yayasan Al-Muttahid. All Right Reserved
  Design and Develop by Irsyadi Siradjuddin
  Hosting MWN