2019 :: Home :: Buku tamu :: Webmail :: Sitemap :: The Team ::
Takalar Ta
Berita Daerah
DPRD Takalar
Studi Banding
Wirausaha
Ekonomi Syariah
Pustaka
Cuci Otak
Info Pasar
Opini
Demo
Beasiswa
Lowongan Kerja
Jaringan Web
Pengaduan
Takalar Angka
Takalar Peta

Contact Us
Redaksi
Kota Takalar

Email
redaksi@infotakalar.com

Telepon (Hunting)
Irsyadi 0812 4280001

Wirausaha

Pengembang Wira Usaha Butuh Insentif
2019-10-16 06:40:28- Sumber: http://www.fajar.co.id - Di Baca 1209 Kali

MAKASSAR – Pemerintah daerah, baik pemprov maupun pemkot/pemkab diminta mendorong pengembangan wirausaha yang lebih fokus. Untuk itu perlu insentif pengembangan salah satu produk seperti yang dilakukan Pemprov Gorontalo.
Hal itu dikemukakan Mubyl Handaling Presiden Direktur Multiniaga Group yang juga pengurus Kadin Sulsel saat tampil bersama Dirut Bank Sulsel Andi Djuarzah dan Dirut PT Lima Muda Putra Nusantara Bachder Djohan dalam workshop pengembangan manajemen kewirausahaan pemuda di Restoran Pualam, Kamis 24 Agustus.



Menurut Mubyl, perlunya fokus usaha terhadap satu komoditi karena terkait dengan pemasaran. “Selama ini kita belum fokus menggarap satu komoditi seperti yang dilakukan Pemprov Gorontalo. Akibatnya, perdagangan hasil-hasil komoditi Sulsel masih harus melalui daerah lain karena pertimbangan angkutan kapal yang tidak cukup,” jelasnya.



Selain faktor pemasaran, lanjut dia, pengembangan wirausaha yang fokus pada satu komoditi juga akan membangun brand produk Sulsel. Ia menyebut contoh, Gorontalo yang berhasil membangun brand produk unggulan melalui komoditi jagung yang secara konsisten dilakukan. “Kita juga harus melakukan hal seperti itu, bagaimana membangun satu komoditi sehingga bisa menjadi brand produk Sulsel, jelasnya.



Bachder Djohan yang juga Ketua LPJK Sulsel, mengatakan harus dimulai dengan membangun kepercayaan. Sebab, untuk mengakses sumber pembiayaan tidak cukup dengan feasible usaha, dan agunan, melainkan juga perlu didukung dengan personal garansi.



“Bahkan, kata Bachder terkadang perbankan tidak terlalu mempersoalkan agunan jika telah percaya kepada kita. Seperti saya yang membangun usaha taksi dengan modal Rp15 juta. Secara teknis perbankan saya harus memiliki nilai agunan Rp20 miliar. Tetapi karena perbankan percaya sehingga dengan modal tampang, saya bisa mendapatkan sumber permodalan,” kata Bachder.



Untuk itu ia mengimbau agar generasi muda yang menggeluti wirausaha membangun kepercayaan melalui kepatuhan, kualitas, pelayanan, dan kemampuan mengembangkan jaringan. “Yang terpenting adalah bagaimana menekuni satu bidang usaha yang memiliki potensi untuk dikembangkan,” terangnya, pada workshop yang digelar sebagai rangkaian Festival Internasional Pemuda dan Olahraga Bahari.



Sedangkan Djuarzah menguraikan tahapan-tahapan termasuk tantangan dan peluang harus dihadapi seorang entrepreneur. Endingnya, Djuarzah menekankan pada pemasaran sebagai fakor utama suksesnya suatu usaha. Dalam aktivitas pemasaran ini, Djuarzah menyebut lima poin penting yakni promosi, kualitas barang dan jasa, kontinuitas komitmen, dan networking.
Member Log: irsyadi




More Berita
Temu Alumni SMAN 3 TAKALAR
2019-10-21 23:20:25
Tenaga Sukarela Tunggu Dua Tahun untuk jadi Honorer
2019-10-21 17:08:38
Pejabat Eselon II Takalar Direshuffle
2019-10-20 12:21:56
Bupati Takalar Dilantik 21 Desember 2007
2019-10-22 21:53:52
Ketua DPC PPP Takalar Ditahan
2019-10-19 07:24:33
Ratusan Massa Hadiri Sidang Kasus Pilkada Takalar
2019-10-23 18:10:00
Panwas Sulsel Bahas Segel Rekap Suara Takalar
2019-10-23 18:09:05
Anggota KPU Takalar ke Jakarta
2019-10-23 18:08:07
Puluhan Pejabat Takalar ke Purworejo
2019-10-23 14:53:33
Tiga Cabup Tolak Hasil Pilkada Takalar
2019-10-20 17:17:27

Untitled Document
    Copyright © 2007 by Team Info Takalar dan Yayasan Al-Muttahid. All Right Reserved
  Design and Develop by Irsyadi Siradjuddin
  Hosting MWN