2019 :: Home :: Buku tamu :: Webmail :: Sitemap :: The Team ::
Takalar Ta
Berita Daerah
DPRD Takalar
Studi Banding
Wirausaha
Ekonomi Syariah
Pustaka
Cuci Otak
Info Pasar
Opini
Demo
Beasiswa
Lowongan Kerja
Jaringan Web
Pengaduan
Takalar Angka
Takalar Peta

Contact Us
Redaksi
Kota Takalar

Email
redaksi@infotakalar.com

Telepon (Hunting)
Irsyadi 0812 4280001

Berita Daerah

Hipermata Demo Kejari dan PN Takalar
2019-09-14 03:47:56- Sumber: http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=33741 - Di Baca 1817 Kali

TAKALAR -- Puluhan mahasiswa yang bergabung dalam kelompok Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (Hipermata) berunjuk rasa di depan kantor Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri Takalar, Selasa, 6, Maret, kemarin. Mereka meminta kedua lembaga peradilan itu secepatnya menyelesaikan kasus kekerasan fisik guru terhadap murid yang terjadi di SMPN 1 Mangarabombang, Takalar.Ketua Umum PB Hipermata, Yardi, kepada Fajar di depan PN Takalar, mengatakan, aksi damai dilakukan merupakan wujud protes terhadap lambannya kinerja kedua lembaga peradilan tersebut dalam menyelesaikan kasus itu. Sebab, lambannya penyelesaian kasus akan berimbas pada proses belajar- mengajar di daerah ini. Dalam kasus ini Hipermata juga menilai ada intervensi kekuasaan.



"Kami minta stop politisasi dunia pendidikan. Kami menolak intervensi kekuasaan dalam dunia pendidikan," jelas Yardi. Dalam orasinya, Hipermata juga mengharapkan agar kasus ini berlaku sama untuk anak-anak lainnya. Baik anak petani maupun anak-anak dari kalangan lainnya.



Sekadar mengingatkan, aksi kekerasan fisik yang menyebabkan seorang guru disidang, terjadi karena perkataan kotor yang dikeluarkan Dewianti A Rahman terhadap Syamsuddin (guru). Siswi tersebut merupakan anak camat Mangarabombang. Ia juga cucu wakil ketua DPRD Takalar.



Pada aksi di depan kantor PN Takalar, ketegangan sempat terjadi. Pasalnya, kelompok yang diduga pro terhadap korban, hadir. Mereka juga sempat berorasi, namun dihalau petugas kepolisian. Usai melakukan orasi di PN, Hipermata kembali berunjuk rasa di Kejari.



Di kejari, sedikitnya lima perwakilan Hipertama dan dua wakil dari PGRI Takalar diterima Kajari Takalar, Tjahjo Aditama. Tjahjo menjelaskan, bahwa penundaan sidang dilakukan karena pihaknya harus meminta petunjuk ke kejaksaan tinggi Sulsel mengenai tuntutan yang akan diberikan.



"Karena telah menjadi perhatian masyarakat, makanya kami meminta petunjuk Kejati terlebih dulu sebelum melakukan penuntutan. Saat sidang Kamis, 1 Maret, lalu, kami juga meminta majelis hakim, agar sidang ditunda seminggu. Tapi mereka tetap mengumumkan sidang dilanjutkan Selasa ini," ujar Tjahjo.



Tjahjo menambahkan, dalam kasus ini sama sekali tidak ada intervensi kekuasaan yang disangkakan terhadap lembaganya. "Kejaksaan sama sekali tidak diintervensi. Kami juga tidak membeda-bedakan perkara yang masuk di sini," tegasnya.



Di sisi lain, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Takalar yang terlihat dalam aksi tersebut membantah bergabung dalam aksi yang dilakukan Hipermata. "Kami hanya memantau jalannya aksi ini," jelas Sekretaris PGRI Takalar, Junardi.



Namun, anehnya, saat di kejari, mereka juga masuk dan memberikan pernyataan tentang jalannya persidangan itu.

Member Log: reza




More Berita
Temu Alumni SMAN 3 TAKALAR
2019-09-17 02:23:55
Tenaga Sukarela Tunggu Dua Tahun untuk jadi Honorer
2019-09-17 02:23:53
Pejabat Eselon II Takalar Direshuffle
2019-09-20 00:59:59
Bupati Takalar Dilantik 21 Desember 2007
2019-09-23 07:44:33
Ketua DPC PPP Takalar Ditahan
2019-09-18 17:33:00
Ratusan Massa Hadiri Sidang Kasus Pilkada Takalar
2019-09-19 15:48:25
Panwas Sulsel Bahas Segel Rekap Suara Takalar
2019-09-21 15:11:59
Anggota KPU Takalar ke Jakarta
2019-09-14 22:49:04
Puluhan Pejabat Takalar ke Purworejo
2019-09-21 00:05:29
Tiga Cabup Tolak Hasil Pilkada Takalar
2019-09-19 00:48:26

Untitled Document
    Copyright © 2007 by Team Info Takalar dan Yayasan Al-Muttahid. All Right Reserved
  Design and Develop by Irsyadi Siradjuddin
  Hosting MWN