2019 :: Home :: Buku tamu :: Webmail :: Sitemap :: The Team ::
Takalar Ta
Berita Daerah
DPRD Takalar
Studi Banding
Wirausaha
Ekonomi Syariah
Pustaka
Cuci Otak
Info Pasar
Opini
Demo
Beasiswa
Lowongan Kerja
Jaringan Web
Pengaduan
Takalar Angka
Takalar Peta

Contact Us
Redaksi
Kota Takalar

Email
redaksi@infotakalar.com

Telepon (Hunting)
Irsyadi 0812 4280001

Berita Daerah

Ribuan guru di Takalar mogok mengajar
2019-09-17 19:48:30- Sumber: www.fajar.co.id - Di Baca 1907 Kali

Ribuan guru di Kabupaten Takalar, kemarin melakukan aksi mogok mengajar. Aksi ini dipicu oleh vonis Pengadilan Negeri (PN) Takalar yang menjatuhkan hukuman penjara tiga bulan bagi Syamsuddin, seorang guru agama di SMP Negeri 1 Mangara Bombang, Takalar.Para "pahlawan tanpa tanda jasa" ini, merasa kecewa atas vonis hakim, meski dengan hukuman percobaan. Mereka menilai, hukuman yang dijatuhkan ke rekannya itu, tidak adil dan mengusik korps guru.



Menariknya, sebab aksi mogok mengajar ini juga di-back up sepenuhnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Takalar. Malah, organisasi para guru ini, telah mengeluarkan surat edaran ke semua sekolah di Takalar untuk melakukan aksi solidaritas atas masalah yang menimpa Syamsuddin.



Surat PGRI itu bernomor 011/org/kab/2004-2009/2007 mengimbau agar semua guru di Takalar menghentikan aktivitas mengajar hingga Sabtu, 24 Maret mendatang, sebagai bentuk keprihatinan guru terhadap masalah yang membelit Syamsuddin.



Pantauan Fajar di Takalar kemarin, sejak pukul 08.00 Wita, para guru memang tetap berkantor seperti biasa. Bedanya, pagi kemarin, tidak ada satu pun aktivitas belajar mengajar. Malah, hingga pukul 13.00 Wita, sejumlah ruang kelas sudah tampak kosong.



Aksi mogok ini tidak saja terjadi di sekolah untuk tingkatan SMP maupun SMA. Sejumlah taman kanak-kanak hingga SD yang dipantau koran ini, juga melakukan aksi yang sama.



Aksi yang mendapat simpati secara meluas di sekolah-sekolah ini, tidak lebih karena sehari sebelumnya, memang beredar imbauan dari PGRI. Selain itu, beredar isu bahwa sekolah-sekolah yang berani menjalankan aktivitas belajar mengajar sebelum tempo yang ditentukan PGRI, akan menjadi "musuh" bersama.



Dalam artian, sekolah yang tidak mendukung aksi solidaritas ini, terancam didemo oleh para guru. "Inilah yang mungkin mendasari mengapa aksi mogok ini sangat cepat meluas dan diketahui semua sekolah," kata Kepala SMAN 3 Takalar, Amir Hamry kepada Fajar, kemarin.



Sampai kapan aksi mogok mengajar ini dilakukan para guru? Amir Hamry tidak dapat memastikannya. Hanya saja, berdasarkan edaran PGRI, diberi batas waktu hingga Sabtu mendatang. "Kami tidak tahu persis. Yang pasti, jika tidak ada imbauan terbaru, tentu sampai Sabtu saja," kata Amir.



Sejumlah sekolah yang didatangi Fajar, tidak semua merespons positif ajakan mogok mengajar ini. Kepala SMPN 2 Takalar, Abu Bakar misalnya. Menurut dia, aksi mogok mengajar ini sangat memprihatinkan dunia pendidikan di Takalar.



"Ini karena siswa-siswi tidak bisa belajar dengan baik hingga Sabtu nanti. Apalagi, saat-saat ini, anak didik sebentar lagi memasuki masa ujian. Jadi yang rugi adalah peserta didik," kata Abu Bakar.



Meski begitu, ia mengaku tetap menghargai aksi solidaritas para guru di Takalar. Abu Bakar menganggap, aksi itu wajar agar kasus yang sama tidak lagi terulang menimpa para guru.



Di tempat terpisah, salah satu siswi kelas 1 SMAN 1 Takalar, Mira, juga menyayangkan tindakan yang dilakukan guru mereka. "Kami yang rugi tidak dapat belajar. Padahal kami sementara mid semester," jelasnya.



Salah satu guru Matematika SMAN 1 Mangara Bombang, Bakri, justru tidak merasa kasihan kepada siswa-siswa yang tidak mendapatkan proses belajar-mengajar.



"Mereka sendiri tidak kasihan pada kami. Sampai-sampai teman kami harus dihukum penjara. Itu kan karena orangtua siswa," ucap Bakri dengan nada tinggi.



Seperti diberitakan koran ini kemarin, PN Takalar memang menjatuhkan vonis penjara tiga bulan bagi Syamsuddin, guru agama di SMPN 1 Mangara Bombang. Ia dihukum karena telah terbukti secara sah, melakukan kekerasan fisik terhadap salah seorang murid di sekolah itu.



Sekadar diketahui, jumlah guru di Kabupaten Takalar mencapai 3.000 lebih. Jumlah ini tersebar ke lebih 300 sekolah yang tersebar di tujuh kecamatan di Takalar. Sebanyak 282 diantaranya adalah tingkatan SD, 44 SMP, dan beberapa SMA.



* Siapkan Sanksi



Sementara itu, aksi para guru ini ternyata langsung mendapat perhatian khusus dari Pemkab Takalar. Malah, Pemkab merasa khawatir jika aksi guru ini berlanjut hingga akhir pekan ini.



Apalagi, beredar kabar bahwa jika aksi solidaritas guru ini tidak mendapat perhatian dari pemerintah, mereka akan kembali melakukan aksi yang lebih besar lagi. Dan, bukan tidak mungkin, aksi mogok berlanjut hingga pekan depan.



Menanggapi aksi mogok ini, Sekretaris Kabupaten (Sekab) Takalar, Dahyar Daraba bukannya mencarikan solusi penyelesaian masalah. Ia justru mengancam para guru dengan sanksi indisipliner jika ngotot melanjutkan aksinya.



"Ini presenden buruk bagi dunia pendidikan di Takalar. Kami siapkan sanksi tegas bagi siapa saja yang terlibat dalam aksi mogok ini. Kami akan kenakan sanksi indisipliner, sebab mereka adalah PNS dalam lingkup Pemkab Takalar," katanya.



Ketika mogok mengajar ini berlangsung, Kepala Dinas Pendidikan Takalar, Abd Gani, justru tidak berada di tempat. Hingga pukul 14.00 Wita, dia belum juga berada di kantor.



Namun, menurut Kabag TU, Awaluddin, Kadis sedang melakukan pantauan di sekolah-sekolah. "Bapak ke luar sejak pagi. Beliau memantau sekolah-sekolah yang proses belajarnya terhenti," kata Awaluddin.



Terkait aksi besar-besaran yang akan dilakukan kalangan guru, Pengurus Besar Hipermata belum menentukan sikap apakah akan turun atau tidak. "Bergantung teman-teman. Apakah kami akan ikut atau tidak," ujar Ketua Umum Pengurus Besar Hipermata, Yardi.
Member Log: reza




More Berita
Temu Alumni SMAN 3 TAKALAR
2019-09-17 02:23:55
Tenaga Sukarela Tunggu Dua Tahun untuk jadi Honorer
2019-09-17 02:23:53
Pejabat Eselon II Takalar Direshuffle
2019-09-20 00:59:59
Bupati Takalar Dilantik 21 Desember 2007
2019-09-23 07:44:33
Ketua DPC PPP Takalar Ditahan
2019-09-18 17:33:00
Ratusan Massa Hadiri Sidang Kasus Pilkada Takalar
2019-09-19 15:48:25
Panwas Sulsel Bahas Segel Rekap Suara Takalar
2019-09-21 15:11:59
Anggota KPU Takalar ke Jakarta
2019-09-14 22:49:04
Puluhan Pejabat Takalar ke Purworejo
2019-09-21 00:05:29
Tiga Cabup Tolak Hasil Pilkada Takalar
2019-09-19 00:48:26

Untitled Document
    Copyright © 2007 by Team Info Takalar dan Yayasan Al-Muttahid. All Right Reserved
  Design and Develop by Irsyadi Siradjuddin
  Hosting MWN