2019 :: Home :: Buku tamu :: Webmail :: Sitemap :: The Team ::
Takalar Ta
Berita Daerah
DPRD Takalar
Studi Banding
Wirausaha
Ekonomi Syariah
Pustaka
Cuci Otak
Info Pasar
Opini
Demo
Beasiswa
Lowongan Kerja
Jaringan Web
Pengaduan
Takalar Angka
Takalar Peta

Contact Us
Redaksi
Kota Takalar

Email
redaksi@infotakalar.com

Telepon (Hunting)
Irsyadi 0812 4280001

Wirausaha

Sepele.
2019-08-18 23:46:17- Sumber: http://www.gatra.com/versi_cetak.php?id=103332 - Di Baca 1106 Kali

Sepele



Anda pasti ngamuk besar apabila sampai ada orang berani menyepelekan Anda. Iya nggak sih? Tapi kata-kata sepele, remeh, anggap enteng, lekat dengan kita macam memakai super-glue. Malah bikin fenomena yang membuat alis kita berjingkat. Seorang manajer HRD sebuah bank pernah "curhat". Dia mengaku kesal dengan para pegawai yang suka menyepelekan berbagai masalah. Misalnya saja, ada yang salah mengetik surat, lalu menganggap salah ketik itu kesalahan sepele yang cukup dikoreksi dengan tip-ex. Selesai.



Buat si manajer, situasinya sangat berbeda. Surat menjadi tidak rapi dan sangat mengganggu citra perusahaan. Menurut beliau, bank adalah institusi yang sangat sakral dari segala macam kesalahan. Jadi, tabu berbuat kesalahan betapun kecilnya. Penuturannya membuat saya kagum.



Tak mengherankan, ketika saya ke toilet, ternyata WC-nya juga sangat bersih. Sang manajer mengaku bahwa ia sangat hati-hati ketika merekrut petugas kebersihan. Malah gajinya sengaja ia buat agak tinggi. Lagi-lagi, menurut dia, ini hal sepele. Tetapi hal ini yang seringkali disepelekan sehingga merembet menjadi sesuatu yang besar.



Dia berpendapat bahwa disiplin hanya bisa ditegakkan kalau kita menghargai hal-hal yang sepele. Misalnya masalah disiplin tepat waktu dan tidak terlambat. Beliau mencontohkan, dulu ia punya pimpinan yang selalu berpendapat bahwa telat lima menit tidak apa-apa. Toh, lima menit hal yang lumrah, kecil, dan sepele. Namun, akibatnya, semua acara selalu terlambat. Tidak pernah tepat waktu. Jam istirahat juga molor. Lantaran sang pemimpin menyepelekan waktu. Anak buah juga ikut.



Dalam bisnis memang ada dua tipe pemimpin. Satu yang selalu menyepelekan dan menganggap remeh. Satunya lagi justru kebalikannya. Seorang direktur BUMN yang saya kenal punya sikap luar biasa. Ia selalu menyempatkan diri menghadiri pernikahan setiap pegawainya. Tidak peduli betapa kecil pangkat sang pegawai. Apalagi kalau ada yang meninggal, ia selalu berusaha hadir, tidak mau mewakilkan.



Pernah sekali ia harus pulang tergesa-gesa ke Jakarta dari Surabaya. Semata-mata ia ingin melayat karena seorang pegawainya meninggal. Di pesawat ia bercerita bahwa ayahnya yang mendidiknya seperti itu. Selalu disiplin soal yang satu ini. Ayahnya bercerita bahwa kalau gajah mati meninggalkan gading, maka manusia mati meninggalkan nama.



Kalau ingin mendapat respek dan dihormati, maka kita perlu belajar respek dan menghormati orang lain. Bukan saja orang-orang di atas kita, melainkan juga orang-orang di bawah. Jangan pernah menyepelekan mereka. Hal ini dipegangnya erat-erat hingga kini. Ia akhirnya juga terpengaruh untuk tidak menyepelekan hal-hal kecil yang lain. Saat ibunya meninggal, saya kaget bukan main karena yang melayat luar biasa banyak. Tidak kalah dengan pemakaman seorang presiden sekalipun.



Dalam pemasaran, situasinya juga mirip. Kadang yang sepele, yang sering terabaikan, justru menjadi penyebab atau gara-gara. Seorang tukang mi pernah bercerita kepada saya bahwa ia menyediakan tiga saus. Pertama, saus sambal yang pedas. Kedua, saus sambal yang kurang pedas dan sedikit manis, dan ketiga saus tomat.



Ia berkilah bahwa bagi orang lain sambal mungkin sepele. Tetapi bertahun-tahun ia berjualan mi, satu hal yang ia pelajari bahwa selera orang sangat bervariasi. Justru karena ia tidak bisa memuaskan tiap selera, maka kombinasi ketiga saus itu merupakan solusi terbaik. Artinya, ia membiarkan pelanggan meracik sendiri mi yang akan dimakan. Teorinya memang pas.



Saya perhatikan, setiap pelanggan yang datang makan mi di tempatnya selalu saja sibuk meracik kombinasi ketiga saus itu sebelum menyantap lahap minya. Terbukti bahwa hanya sang pelanggan yang tahu persis seleranya. Mau seberapa pedas dan mau seberapa manis atau asam, silakan meracik sendiri. Trik sederhana ini terbukti membuat minya selalu laris manis.



Ironisnya, permintaan-permintaan pelanggan yang sering mengesalkan kita justru kebanyakan adalah permintaan yang sepele, yang seringkali tidak terpikirkan tapi justru fatal. Seorang pramugari bercerita bahwa biasanya untuk minuman welcome drink di pesawat, perusahaan seringkali memikirkan minuman yang paling eksotis. Mulai jus, sampanye, dan cocktails. Semata-mata mereka berharap, semakin eksklusif minumannya semakin tinggi tingkat kepuasan konsumen.



Tetapi situasinya tidak selalu demikian. Kadang pelanggan justru minta minuman yang paling sepele, yaitu air es biasa. Dulu ia sering gagap dan terpaksa membuat air es dulu, baru kemudian memberikannya kepada konsumen. Perlu waktu tambahan dua-tiga menit. Belajar dari situasi tersebut, kini sang pramugari selalu menyediakan air es sebagai tambahan minuman welcome drink.



Sambil tertawa ia mengatakan bahwa sebenarnya banyak permintaan pelanggan justru sepele. Tapi saking sepele, kita tidak pernah siap menghadapinya. Ini yang bikin kesal. Konsumen kesal karena permintaan yang sepele tak terpenuhi. Kita sama kesalnya karena tidak bisa memenuhi permintaan sepele. Jadi, jangan pernah anggap sepele!



Kafi Kurnia

peka@indo.net.id

Member Log: ismail




More Berita
Temu Alumni SMAN 3 TAKALAR
2019-08-15 03:40:39
Tenaga Sukarela Tunggu Dua Tahun untuk jadi Honorer
2019-08-18 01:26:19
Pejabat Eselon II Takalar Direshuffle
2019-08-16 01:06:09
Bupati Takalar Dilantik 21 Desember 2007
2019-08-14 01:39:50
Ketua DPC PPP Takalar Ditahan
2019-08-14 22:31:50
Ratusan Massa Hadiri Sidang Kasus Pilkada Takalar
2019-08-15 17:06:44
Panwas Sulsel Bahas Segel Rekap Suara Takalar
2019-08-09 16:01:45
Anggota KPU Takalar ke Jakarta
2019-08-03 21:59:56
Puluhan Pejabat Takalar ke Purworejo
2019-08-17 16:05:08
Tiga Cabup Tolak Hasil Pilkada Takalar
2019-08-14 21:06:08

Untitled Document
    Copyright © 2007 by Team Info Takalar dan Yayasan Al-Muttahid. All Right Reserved
  Design and Develop by Irsyadi Siradjuddin
  Hosting MWN