2019 :: Home :: Buku tamu :: Webmail :: Sitemap :: The Team ::
Takalar Ta
Berita Daerah
DPRD Takalar
Studi Banding
Wirausaha
Ekonomi Syariah
Pustaka
Cuci Otak
Info Pasar
Opini
Demo
Beasiswa
Lowongan Kerja
Jaringan Web
Pengaduan
Takalar Angka
Takalar Peta

Contact Us
Redaksi
Kota Takalar

Email
redaksi@infotakalar.com

Telepon (Hunting)
Irsyadi 0812 4280001

Berita Daerah

Samboritta Ri Sumbawa
2019-09-19 06:31:40- Sumber: Daeng Gajang - Di Baca 1419 Kali

Sehingga tidak heran jika banyak dijumpai generasi muda dari Pulau Sumbawa khusunya dari Kabupaten Bima dan Dompu yang sedang menuntut ilmu di Makassar. Mereka lebih banyak memilih ke Makassar dari pada ke kota - kota di Jawa. Walaupun perjalanan ke Jawa bisa ditempuh lewat jalan darat dengan menggunakan bus angkutan umum (Bima - Jakarta).



Karena sudah hidup secara turun temurun di pulau ini, maka tidak heran jika mereka telah menjadi penduduk asli dengan sebutan Suku Mbojo. Yang menarik adalah walaupun telah menjadi penduduk asli, mereka rupanya tetap mewarisi berbagai entitas budaya moyangnya baik berupa simbol - simbol budaya, arsitektur rumah, pranata - pranata sosial dan beberapa patah kata yang lazim di Bugis dan Makassar.



Bentuk rumah tradisional mereka juga rumah panggung dengan arsitektur yang nampak sama dengan arsitektur rumah bugis dan makassar. Mereka juga menamakan 'paladang' untuk serambi depan. Tongko silea juga terdiri atas satu, dua dan tiga tingkat untuk mencirikan pranata sosial mereka.



Ungkapan - ungkapan lazim seperti a'lampa, tabe', dae (daeng) adalah bagian yang sungguh menakjubkan karena mereka juga gunakan untuk sesuatu yang bersifat takzim atau penghargaan kepada orang lain. Banyak juga diantara mereka yang menggunakan nama - nama khas Makassar seperti Manggaukang, Manimbang, Makkulau, dll.



Dari cerita mereka, generasi yang hidup sekarang ini adalah generasi ke lima dari nenek moyang mereka yang asli Bugis atau asli Makassar. Sebenarnya kalau mau ditelusuri lebih jauh lagi, tidaklah terlalu sulit karena salah seorang Raja Bima yang bertahta sekitar abad XVI adalah salah seorang Putera Raja Gowa yang bernama IMapparabbung Daeng Mattalli Karaeng Panaragang yang memperisteri Puteri Raja Bima. Dari situlah cikal bakal terjadinya migrasi penduduk dari daratan Sul Sel ke Pulau Sumbawa terjadi. Walaupun dilatarbelakangi oleh banyak faktor antara lain perkawinan politik para bangsawan, syiar agama, hubungan dagang, atau bahkan terdampar dan lain - lain.



Dan yang paling menakjubkan adalah bahwa syiar Agama Islam di Pulau Sumbawa ini dibawa oleh para bangsawan dari Gowa sekitar tahun 1630an.
Member Log: irsyadi




More Berita
Temu Alumni SMAN 3 TAKALAR
2019-09-17 02:23:55
Tenaga Sukarela Tunggu Dua Tahun untuk jadi Honorer
2019-09-17 02:23:53
Pejabat Eselon II Takalar Direshuffle
2019-09-20 00:59:59
Bupati Takalar Dilantik 21 Desember 2007
2019-09-23 07:44:33
Ketua DPC PPP Takalar Ditahan
2019-09-18 17:33:00
Ratusan Massa Hadiri Sidang Kasus Pilkada Takalar
2019-09-19 15:48:25
Panwas Sulsel Bahas Segel Rekap Suara Takalar
2019-09-21 15:11:59
Anggota KPU Takalar ke Jakarta
2019-09-14 22:49:04
Puluhan Pejabat Takalar ke Purworejo
2019-09-21 00:05:29
Tiga Cabup Tolak Hasil Pilkada Takalar
2019-09-19 00:48:26

Untitled Document
    Copyright © 2007 by Team Info Takalar dan Yayasan Al-Muttahid. All Right Reserved
  Design and Develop by Irsyadi Siradjuddin
  Hosting MWN