2019 :: Home :: Buku tamu :: Webmail :: Sitemap :: The Team ::
Takalar Ta
Berita Daerah
DPRD Takalar
Studi Banding
Wirausaha
Ekonomi Syariah
Pustaka
Cuci Otak
Info Pasar
Opini
Demo
Beasiswa
Lowongan Kerja
Jaringan Web
Pengaduan
Takalar Angka
Takalar Peta

Contact Us
Redaksi
Kota Takalar

Email
redaksi@infotakalar.com

Telepon (Hunting)
Irsyadi 0812 4280001

Berita Daerah

Pemecah Ombak Senilai Rp.2 M Ambruk.
2019-09-14 08:00:57- Sumber: www.fajar.co.id - Di Baca 2373 Kali

Pemecah ombak yang baru berusia empat bulan di Pantai Boddia, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, rata dengan air laut. Proyek bernilai dua miliar rupiah yang dibangun Dinas Perikanan dan Kelautan Takalar untuk memecah gelombang sebelum masuk ke PPI Boddia itu ambruk diterjang ombak.Hancurnya pemecah ombak sepanjang 154, 2 meter tersebut diakui Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Takalar, Alimuddin. Menurutnya, rusaknya pemecah gelombang yang berbentuk tanggul itu disebabkan besarnya ombak selama tiga bulan terakhir ini.



Mulai Januari hingga Maret lalu, ombak besar yang datang perlahan-lahan mengikis tanggul yang terbuat dari batu-batu tersebut. Pihak Dinas Perikanan dan Kelautan juga akan berupaya untuk memperbaiki kerusakan itu.



"Sebenarnya kami memiliki dana Rp1 M. Tapi dana ini diarahkan untuk membangun pemecah gelombang selanjutnya di lokasi itu. Nanti akan dipikirkan lagi bagaimana langkah selanjutnya," ujar Alimuddin.



Sekadar diketahui, pemecah gelombang di PPI Baoddia tersebut akan dibangun berbentuk kolam. Pembangunan dilakukan secara bertahap. Tercatat ada tiga tahapan lagi pemecah ombak itu akan menutup PPI Boddia dan Pelabuhan yang akan segera dibangun.



* Saling Tuding



Permasalahan terkait pemecah ombak, tidak hanya terjadi di Pantai Boddia. Hal yang sama juga terjadi di Pantai Takalar yang terletak di Desa Tope Jawa dan Desa Cikoang. Dinas terkait tak satu pun ingin bertanggung jawab atas kerusakan tembok proyek bernilai Rp1 M lebih tersebut.



Seperti yang diberitakan harian ini sebelumnya, pemecah ombak ditangani Dinas Perikanan dan Kelautan. Tapi hal itu dibantah Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Alimuddin.



"Saya belum menjabat sebagai kepala Dinas di sini saat pembangunan tembok pemecah ombak itu. Tembok itu dikerjakan Dinas PU," ungkapnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Takalar, Nirwan Nasrullah, kembali melemparkan hal ini kepada Kepala Dinas PU lama, yakni, A Jen Syarif Rivai (saat ini menjabat Kepala Bappeda).



Dana perawatan yang seyogianya ada, juga dibantah Dinas PU. "Biaya perawatan pemecah gelombang itu tidak ada," tandas Nirwan.
Member Log: reza




More Berita
Temu Alumni SMAN 3 TAKALAR
2019-09-23 14:00:58
Tenaga Sukarela Tunggu Dua Tahun untuk jadi Honorer
2019-09-23 13:56:33
Pejabat Eselon II Takalar Direshuffle
2019-09-23 13:45:53
Bupati Takalar Dilantik 21 Desember 2007
2019-09-23 13:35:06
Ketua DPC PPP Takalar Ditahan
2019-09-18 17:33:00
Ratusan Massa Hadiri Sidang Kasus Pilkada Takalar
2019-09-19 15:48:25
Panwas Sulsel Bahas Segel Rekap Suara Takalar
2019-09-21 15:11:59
Anggota KPU Takalar ke Jakarta
2019-09-14 22:49:04
Puluhan Pejabat Takalar ke Purworejo
2019-09-21 00:05:29
Tiga Cabup Tolak Hasil Pilkada Takalar
2019-09-19 00:48:26

Untitled Document
    Copyright © 2007 by Team Info Takalar dan Yayasan Al-Muttahid. All Right Reserved
  Design and Develop by Irsyadi Siradjuddin
  Hosting MWN