2019 :: Home :: Buku tamu :: Webmail :: Sitemap :: The Team ::
Takalar Ta
Berita Daerah
DPRD Takalar
Studi Banding
Wirausaha
Ekonomi Syariah
Pustaka
Cuci Otak
Info Pasar
Opini
Demo
Beasiswa
Lowongan Kerja
Jaringan Web
Pengaduan
Takalar Angka
Takalar Peta

Contact Us
Redaksi
Kota Takalar

Email
redaksi@infotakalar.com

Telepon (Hunting)
Irsyadi 0812 4280001

OPINI PUBLIK
Count: 52 Opini Tambah Opini
budaya belajar di Sydney
Daeng Sija - safar_takalar@yahoo.com - Selasa, 13 May 2008
Tabe sa'ri. Bagaimana kabar Takalar, dan semangat teman-teman di media?. Ini adalah sedkit gambaran mengenai sistem dan budaya belajar di negeri orang. Saat ini saya sedang ikut short course (kursus singkat di International Institute of Business and Information Technologi (IIBIT) Sydney Australia. Sangat terasa disni bagaiman sulitnya memasuki budaya belajar yang baru. Semuanya serba ketat dan disiplin. jadwal sekolah mulai jam 8;30 pagi dan selesai jam 2 siang. Yang repot adalah, tidak alasan kalau terlambat, dan kalau alpa dua hari tanpa bukti yang kuat, kita akan dilaporkan ke imigrasi dan izin belajar dicabut. Selain itu, setiap hari ada pekerjaan rumah yang harus didselesaikan tepat waktu, kalau tidak, PR akan ditolak dan tidak ada alasan atau kompensasi dari alasan tersebut. Jadi kalau ada yang punya kerja sambilan ( tentu dengan Visa student) harus bisa perhitungkan jadwal belajar dengan jadwal kerja. Saya tinggal dipinggiran kota, namanya Willey Park. ( kira-kira seperti Sungguminasa-Takalar). setiap hari berangkat dengan kereta selama 30 menit dan jalan kaki kira-kira 15 menit. Dikereta, sebagian besar orang memanfaatkan waktu untuk membaca (tentu ini tidak terjadi di Indo). bahkan mereka mengahbiskan waktunya untuk menyelesaikan sebagian pekerjaannya diatas kereta. Dan dengan jadwal kereta yang tidak pernah terlambat dan sistematis, tentu memungkinkan orang untuk mengatur perjalanan secara tepat. Okey sa'ri, dosen saya sudah masuk, nanti saya lanjutkan. Tabe....
Kabar dari Philipina
Daeng Gajang - syamsusalewangan@yahoo.com - Jumat, 25 Apr 2008
Tabe' sari'ku ngaseng. Cukup lama tdk menjenguk web kita ini. Sejak awal April 08 ini saya bertugas di Philipina sampai akhir Juni 08. Ternyata tidak ada up date berita ttg butta panrannuanta ngaseng. Kebetulan saya bertugas di daerah yang cukup terpelosoklah di Philipina yaitu di Pulau Samar (Propinsi Samar). Sebuah pulau yang kalau dilihat di peta, terletak dibagian tengah Philipina. Secara umum, pemerintah Philipina masih bergelut membangun infrastrukturnya khusunya jalan di propinsi ini. Sebagai pembanding jalan utama dalam propinsi masih banyak yang seperti kubangan kerbau yang hanya ditemui di SulSel 20 - 30 tahun lalu khusunya jalur Makassar - Bantaeng. Maklum Philipina juga adalah negara berkembang yg sedang membangun negerinya. Yang menonjol dinegeri ini adalah pembangunan sosial dimana ComDev sangat kental mempengaruhi kebijakan pembangunan yg dilakukan oleh pemerintah. Bahkan fokus exposure studi saya disini adalah pemberdayaan masyarakat yang berpusat pada anak yang diwujudkan dalam bentuk Child Friendly Baranggay (Pembangunan desa yang ramah terhadap anak). Semua indikator pembangunan yang disepakati antara pemerintah, masyarakat, LSM diarahkan kepada pemenuhan hak - hak anak. Karena mereka berpandangan bahwa jika bangsa ini mau unggul dimasa depan, maka bangunlah generasi mudanya sejak usia dini. Jadi keberhasilan KADES (Baranggay Captain) diukur berdasarkan misalnya angka DO, gizi kurang/buruk, penangan ibu hamil, nilai UAN, perdes yg melindungi anak, literacy, anak yg melanjutkan pendidikan kehigher level, dll. Mereka melakukan evaluasi pada setiap 3 tahun secara partisipatif. Dan katanya waktu 3 thn itu disesuaikan dgn masa jabatan kepala desa. Ternyata ini yg membuat Philipina agak berbeda dgn negara2 berkembang lainnya. Dimana pembangunan sosial berjalan seiring dgn pembanguna ekonomi, infrastruktur dllx. Sekian dulu dan salamaki'
Kurang Gigitan....
alanobita - alanobita@yahoo.com - Minggu, 13 Jan 2008
bagus juga ada website ttg takalar... tapi jangan puas dulu coz kayaknya masih banyak yang harus dibenahi deh or diperbaiki my opinion : kurang kreatif dikit... coz webnya kurang menarik, biasa banget.... lagian kayaknya banyak orang yang blum tau web ini... kurang sosalisasi kali yee....
Koran Takalar? Bagus Juga tuh....
daeng Nuntung - daeng.nuntung@gmail.com - Selasa, 04 Dec 2007
Dear All, Mohon maaf baru sempat masuk lagi kesiang. Thanks to Daeng Parani dan pak Irsyadi yg masih tetap semangat berkarya utk Takalar. Selamat atas terpilihnya bupati baru walau sebenarnya sy punya calon lain. Inimi demokrasi. Saya melihat kegairahan berpolitik ketika saat lebaran sy sempat sholat ied di Galesong. Nampa-nampangna anjo sejak 15 tahun terakhir. Ttg pemilu itu, bagaimanapun hasilnya itumi fakta sosial politik kita. Jika ada cacatnya biarkan hukum yang berbicara. Kawan-kawan, sy selaluji singgah disini utk melihat gairah kawan-kawan disini. Sependek ini, sy lagi belajar menjadi penulis dan bergabung di www.panyingkul.com, sekarang lagi mengikuti "pelajaranmengararang online" dengan Lily Yulianti Farid. Semoga ke depan, bisa meberikan yang terbaik utk butta pa'rasangangta. Tentang ide Daeng Parani, sy kira sangat bagus, kalo boleh kita share dulu konsepnya dan siapa melakukan apa kita bicarakan....Antekamma? daeng Nuntung (http://daengnuntung.com) masih di Banda Aceh, kamase !
pengen....
A.R.Dg.Parani - daeng.parani@plasa.com - Kamis, 15 Nov 2007
pengen banget ngeliat ada koran harian terbit di takalar...walaupun cuma 4 halaman per terbitan... isinya jg gak macam2...cuma layanan publik...berita daerah..dan sedikit tambahan lainnya...apakah mungkin kita buat versi cetak infotakalar? pengen sih pengen..orang-orang yg bisa nulis & punya pengalaman juga dah ada..dan rancangannya juga sudah ada...tapi...ya itu tadi...gak ada duit...padahal rasanya bisa ngebangun ini dgn modal biaya di awal 5 juta aja... apa mungkin ya kita rame2 saweran...??????????????????
Opini 6 Sampai 10 First | Previous | Next | Last





More Opini
Selamat Buat Bupati Takalar Terpilih
Daeng Gajang
Ayo ramal Bupati Takalar terpilih
Daeng Gajang
DEMOKRASI DI KAMPUNGKU
OKTA WG
DIKOTOMI WAKIL PARPOL VS WAKIL RAKYAT
OKTA WG
Tikungan pertama atau tikungan terakhir?
Daeng Gajang
Takalar butuh bupati cerdas dan enerjik
Daeng Gajang
profile calon BUPATI Takalar.........
rendy D.N.
Gamang di Pilkada Takalar
Kamaruddin Azis
Website Takalar.go.id Suspended
Irsyadi
Belajar dari Masa Lalu
irsyadi
Untitled Document
    Copyright © 2007 by Team Info Takalar dan Yayasan Al-Muttahid. All Right Reserved
  Design and Develop by Irsyadi Siradjuddin
  Hosting MWN